Selasa, 08 September 2009

Sejarah Berawal dari Sini!

0 komentar

Aku Tak Tahu Di Mana

0 komentar
Aku di sini berdiri kemudian menatap pada sebuah takdir yang tak ingin kunyatakan sebagai keganjilan. Mengapa keganjilan? Apa karena kita terpisah, mungkin bertemu mungkin tidak? Ini selalu kukatakan sebagai skenario, kita tak bisa menyesalinya. Apa yang diberikan Tuhan benar sudah yang terbaik. Ukh, kau mengerti ini jauh di atasku. Ilmuku tak seluas ilmu yang selalu kau tumbuhkan dan kembangkan.
Ukh, sebenarnya kutulis ini untuk mengirim sinyal kepadamu. Aku terhimpit dalam lubang skenario. Tuhan mengirimkan orang- orang yang, ah... bagaimana mengungkapkannya. Mereka baik. Terlalu baik untuk ukuran manusia sepertiku. Hanya saja, mereka tak sepertimu dan juga tak seperti paham yang kita punya.
Ukh, bagaimana? Di dunia tak ada orang yang sama. Seperti kau pula. Tak ada. jadi, di mana kau harus kutemui untuk melengkapi sinyal ini?

Minggu, 26 April 2009

My Beloved Brother, For You...

0 komentar
Mengapa harus dia? Mungkin aku salah, jika bertanya dan menggerutu meminta penjelasan pada Tuhan karena ini telah ditulis dalam takdir. Dia yang terpilih untuk menjadi daun gugur di senja !0 Agustus 2008. Ya... dia terpilih, maka aku tak bisa berkata banyak lagi. Tapi bukan juga sekedar tak ikhlas. Aku hanya sesak, mengapa Tuhan tak memberi sebulan atau sekedar seperempat jam untuk men-clear-kan hubungan awal kami? Mengapa Tuhan tak memberi waktu untukku menyadari dia tak tak senakal yang kupikirkan.

Sekarang aku hanya bisa menangis, menyesali sebuah abjad kerinduan yang tersusun rapi dalam hatiku. Aku ingin berteriak, tapi dia telah terbenam menjadi gundukan tanah. Panah pesakitan telah menghujamku di bawah keharuman kamboja rumah terakhirnya. Kuakui kusalah tak membaca tanda dalam seminggu sebelum kepergiannya dan kuakui kusalah, kumencintainya, tapi tak punya kekuatan untuk mencium saat terakhirnya.

Aku Mundur!

0 komentar
Seperti disambar petir, ya… mungkin begitu rasanya. Bahkan lebih! Untuk dilukiskan mana bisa karena ini masalah perasaan. Untuk diungkapkan, uhhh! Seorang tempatku mengadu pun bakal menyalahkan aku, berani- beraninya aku jatuh cinta dengan aristokrat sempurna sepertimu. Mana mungkin? Nihil. Sia- sia.

Pertemuan kita memang singkat. Terlalu. Hanya empat kali bertatap wajah. Aku ingat di pertemuan terakhir itu aku mulai merasakan perasaan cinta meskipun tak terurai sepenuhnya. Kupandang kau sebagai lelaki yang berprinsip kuat atas pendapatmu, berprinsip kuat atas argumen yang keluar dari neuron sarafmu. Kuakui itu yang mebuat kucinta. Tapi… ada Allah. Dia yang mengatur cinta ini lagi- lagi kandas sebelum masuk musim semi. Ini takdirku yang berkata. Tak kusesali. Kuambil hikmahnya. Mungkin pertemuan yang terlalu lama bisa membuatku zina hati karena kuyakin kau pulalah yang menjadi sosok bayangan yang selalu mengganggu tidurku. Kuresapi… akhirnya hanya kutatap kau dari kejauhan. Tak ada yang tahu. Kututup semua dengan jala kabut. Dan hari ini… ketika seorang sahabat yang kucintai mengakui perasaannya tentangmu, aku menangis. Aku ingin merobek jala itu dan menyatakan padanya bahwa aku yang pertama mencintaimu. Tolong!!! Tapi, sayang bibir ini mangatup kelu. Aku mundur dengan perasaan dan tatapan dari jauhku. Aku mundur. AKU MUNDUR!!!

Berbahagialah dengan memoriku. Berbahagialah dengannya yang sempat kucintai. Barakallahu! Berbahagialah cinta pertamaku... Berbahagialah bersama sahabatku...

Untittled

0 komentar
Tuhan tidak akan menguji lebih dari kemampuan umat- Nya, kupegang kata itu erat- erat dalam hati kemudian kupaksa otakku untuk mengakumulasikan tiap abjadnya ke seluruh urat sarafku. Karena itu, saat kutahu apa yang kurasakan sekarang benar, mungkin aku bisa lebih tegar dari_______ yang divonis hidup beberapa minggu lagi karena kanker rahim. Aku mungkin bisa melebihi ketegaran seorang ibu yang ditinggal amti bayinya padahal mereka telah menunggu bertahun- tahun lamanya. AKU BISA! Tapi, jujur aku tak bisa meninggalkan dunia dalam keranda hidup kekal jika aku belum memberikan persembahan terindah untuk seorang wanita yang telah melahirkanku.

I Say...

0 komentar
Aku mencintaimu,
tapi alam tak memberiku waktu untukku mengungkapkannya
tapi alam tak memberi waktu untukku melelehkan kebekuan kata
di balik bibirku
Aku merindukanmu,
tapi alam tak memberi waktu untukku meneriakkannya
tapi alam tak memberi waktu untukku menjelaskan bahwa:
perasaan ini sudah sangat lama
sangat lama!
mungkin jauh sebelum Adan dan Hawa diciptakan!

Dan Kukatakan...

0 komentar
Aku menyayangimu, sangat
tapi mungkin kau tak tahu
bahkan Batara Kamjaya dan Dewi Ratih pun tak tahu
mengapa?
karena semua kubenam jauh dalam lautan
karena semua kutanam jauh dalam lapisan tanah
karena semua telah kuterbangkan jauh bersama burung- burng manyar

Aku mencintaimu, terlalu
tapi kau tak sadar
mungkin hanya Gusti Allah yang sadar
mangapa?
karena aku mengerti, aku ini bukan Sinyok Mangkunegara
karena aku totok
aku sejati, bukan bangsawan peranakan
aku abdimu
tak mungkin terpandang
tak mungkin sejajar denganmu yang sempurna
kau adalah DEN RARA’

Minggu, 05 April 2009

0 komentar
Aku mungkin bodoh! Itu yang kupikir saat mengingat kenangan lima tahun yang lalu. Ya... mungkin terlalu lugu untuk memahami bahwa kau sebenarnya cinta. Afwan! Bukannya aku tak mencintaimu, tapi semua tak kubaca dari kelakuanmu yang sering salah tingkah. Kuakui kau lelaki yang hadir begitu saja tanpa kuduga. Seperti menyelip berliku. Kau langsung di hadapanku. Tatapan pertama di hari itu membuatku bergidik, ini bukan perasaan biasa, ini apa yang tetua kita sebut sabagai makna sakral, CINTA! Tapi, sekali lagi mungkin aku yang terlalu bodoh dan lugu. Aku mengingkari semuanya.

Kita punya kesenangan yang sama. Kau pandai merajut kata dan aku bahagia mengenalmu. Ujung kata, kita jalin hubungan tanpa status ini dalam sebuah tulisan tangan. Kita bertukar surat yang penuh dengan kata puitis. Kita berharap salaing mengoreksi tulisan, padahal sebenarnya kita salang mengagumi lewat itu. Kita berkhayal sang empunya tulisan berada di hadapan kita masing- masing. Aku ingat semuanya kan? Hah... bagaimana mencucinya, apalagi sekarang kau kembali mengetuk meski dalam kisah yang berbeda.

Aku tak ingin membukukan kenangan yang terlalu banyak dalam periode Asmaraloka-ku. Cukup kukenang dalam hati. Kukenang saat aku menangis ketika kau singgung, kukenang ketika kau bertukar sua dengan alinea kata maaf, kukenang suara lembutmu yang selalu membuat bibirku kelu untuk berkata tidak.

Afwan, kuungkap ini. Bukan ingin menumbuhkan sinyal- sinyal yang dulu nyaris dibangun. Aku hanya ingin mengenang sosok yang karena kecerobohanku, kusakiti hatinya, karena kecerobohanku kuhancurkan perasaanku sendiri. Jangan memaksaku untuk segera mencuci semuanya. Kau yang pertama...

Selasa, 24 Maret 2009

0 komentar

aku tak pernah meminta lebih pada Tuhan
karena aku tahu apa yang diberikannya sudah lebih dari cukup,

lebih dari usaha yang telah kulakukan
tapi... seandainya Tuhan memberiku kesempatan
maka, satu yang kupinta

aku ingin membahagiakan seseorang,
aku ingin membahagiakan seseorang yang sosoknya lebih pahlawan tak dikenal,
lebih dari sekedar pahlawan revolusi,

lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa
setiap detik- detik nafas terakhir kudedikasikan untuknya
untuk... MAMA!

Selasa, 17 Maret 2009

Bila Cinta Terlanjur Datang

0 komentar

Cinta... cinta mengapa kamu begitu cepat datang tapi sulit banget untuk kubuang dari hati? Kok kamu juga buat aku jadi linglung sampai- sampai rela datang ke sekolah jam 5 pagi dan nyaris tenggelam gara- gara liatin wajah sendunya lagi makan naskun sambil ngangkang? Dan mengapa kamu selalu menyusun rindu di hati bak Marthen Kanginan yang selalu kangen nyiptain buku?

Eits... gila benar, ternyata cinta itu benar- benar nggak mandang siapa. Dia nyerobot aja nyuntikin dia punya virus. Tapi tenang aja, selagi kita megang teguh yang namanya iman, Insyaallah kita nggak bakal goyah diserang gitu- gituan. Mikir deh bagi teman- teman sekalian, cinta itu sebenarnya nggak salah. Cinta itu adalah kodrat ( hakiki ) umat manusia. Tapi kita salah gunakan tuh hakiki yah... jadinya seperti zaman sekarang. Hakiki itu terurai menjadi hakeke- keke. Kita seenaknya lebur tuh cinta jadi kenikmatan sesaat lewat apa yang namanya pacaran. Punya otak nggak sih???? Pacaran itu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Example story above it! Pengen contoh lain? Dari kehidupan nyata? Dari survei? OK! Coba pikirkan dan cerna baik- baik! Pernahkah sepanjang kehidupan percintaan yang mendekati zina itu membuat kamu, pecinta pacaran nggak pernah nangis? Jangan bohong! Pasti pernah kan? Untuk apa juga? Yang menjadi pertanyaan yang seharusnya dijawab adalah pernahkah kamu, sekali lagi buat pecinta pacaran, menangis karena Allah? Menangis mengingat segenap anugerah terindah yang diberikan- Nya? Lalu pernahkah kamu menangis mengingat perjuangan Rasulullah, sirahnya? Padahal tanpa perjuangannya beserta para sahabat, kita tak akan mengecap keindahan hidup. Kita bakal kekal dalam kejahilian. Rasulullah berjuang di jalan Allah tanpa memikirkan hidup demi umatnya. Pernahkah kamu melihat kekasih yang kau sebut sejati memperjuangkanmu dari kebatilan? Paling juga lari seperti kebiri yang dijepit berton- ton jarum.


So, wahai saudariku yang berbahagia, jangan lebur tuh cinta jadi salah. Buat ia bermakna. Kalau aku bilang sih berdoa aja bila cinta itu datang. Gini nih (hehehe…):

“Ya Allah cintakanlah aku padanya, padanya hamba- Mu yang senantiasa tawaddu dan berserah diri pada- Mu, selalu khusyuk pada- Mu, selalu mengingat- Mu di kala temaram hatinya terang dan kelabu. Ya Allah… takdirkanlah aku pada umat- Mu yang Engkau sayangi agar Engkau dapat mencintaiku pula, takdirkanlah aku pada umat- Mu yang selalu menggemakan qalam- Mu. Ya Allah… jaga cinta hakiki ini hingga nafas terakhirku. Sesungguhnya cinta sempurna hanyalah kepada diri- Mu.

Aloina

0 komentar

Saat kutiba kau terbenah dalam ilusi
terpapah dalam mega- mega cinta
dan kau adalah perawan berkerudung jingga,
gapailah jemariku kemudian rebahkan selendangmu
dalam sangkar nadiku.

Masa silam,
dulu kau dan aku...
meninggalkan pembaringan kenangan
yang tak akan bengkit
meski angin datang menampar
meski badai datang mengamuk
kerana kenangan itu bagai benang tanpa ujung uraian.

Aloina...
bayang- bayangmu kembali merekah
di balik cadar keindahan
tanpa kesombongan, tanpa kemunafikan

Aloina...
sudikah kau asapi semestaku?

From Here

0 komentar
Semua berawal dari sini
Semua berakhir di sini
benciku padamu, wahai penjerat aristokrat berawal dari sini
cintaku padamu, wahai Sinyok Mangkunegara juga berakhir di sini
DI SINI!
Dalam gumpalan darah yang tetua kita sebut sebagai hati
Dalam gumpalan darah yang sutradra sebut sebaga pembohong
karena saat itu benci membohongi cinta,
cinta membohongi kasih,
dan kasih membohongi dendam
Semua menutup- ditutupi
bagai aturan yang hilang tercampur dalam adukan telur
tanpa arah, tanpa jalan
berkecamuk serak dalam gempita

Pecinta Semu

0 komentar
Kita pecinta,
punya seribu keinginan menjadi pecinta sejati
tapi ada Pencipta
yang punya jutaan kehendak.

Kita pecinta,
punya jutaan hasrat menjadi pecinta abadi
tapi ada Pencipta
yang punya milyaran Kun- Fayakun.

Kita pecinta,
tapi tak bisa bersatu.

Kita pecinta,
tapi tak bisa terkabul.

Kita pecinta,
datang bertatap muka
tapi berpisah punggung pun tak terlihat

Kita pecinta dalam gempita gulita

Kita pecinta dalam angan- angan saja...

Kamis, 26 Februari 2009

Doa Cinta Sejati

0 komentar


Ya Allah,
jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada- Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai- Mu.
Ya Muhaimin,
jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku
pada- Mu
Ya Allah,
Engkau Maha Mengetahui bahwa hati- hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada- Mu, telah berjumpa dalam taat kepada- Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada- Mu, telah berhimpun dalam cinta kepada- Mu, dan telah berpadu dalam membela syariat- Mu
Kokohkanlah Ya Allah ikatannya,
bekalkanlah cintanya dan tunjukanlah jalan- jalannya. Penuhilah hati- hati ini dengan Nur- Mu yang tiada pernah akan pudar. Lapangkanlah dada- dada kami dengan ma’rifat kepada- Mu dan keindahan bertawakkal kepada- Mu.
Nyalakanlah hati kami dengan ma’ rifat kepada- Mu
matikanlah kami dalam syahid di jalan- Mu.
Ya Allah,
kuatkanlah azzam di hati ini untuk arungi bahtera suci nan mulia lalui jalan panjang anai dan duri.

Sabtu, 21 Februari 2009

Al Qur'an dan Fakta Medis

0 komentar

Sungguh banyak
ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang pengobatan. Karena bagaimanapun juga,
selain sebagai pegangan hidup, al Qur’an diturunkan sebagai penawar dan rahmat
bagi orang-orang mukmin,

Dan kami
turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim
selain kerugian. (QS.17:82

(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(QS.13:28)

Beberapa ahli
tafsir menyatakan bahwa nama lain al Qur’an adalah asy syifaa’ yang artinya
secara bahasa adalah obat penyembuh.

Hai
manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS.10:57)

Selain
menerangkan pengobatan, al Qur’an juga menceritakan tentang keindahan alam
semesta yang bisa kita jadikan sebagai sumber untuk membuat obat-obatan, subhanAllaah.

Dia
menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur
dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS.16:11)

Kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS.16:69)

Sangatlah
jelas apa yang diterangkan al Qur’an, sehingga orang yang merenungi ayat-ayat
diatas pastilah akan merasakan ketenangan jiwa ketika membaca al Qur’an. Selain
itu, pegangan kita sebagai seorang muslim adalah al Hadits, banyak pula hadits
Rasulullaah saw yang menerangan keutamaan membaca, menghafalkan, bahkan
mempelajari al Qur’an.

“Sebaik-baik
kalian adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya” (HR.
Bukhari)

“Siapa saja
yang disibukkan oleh al Qur’an dalam rangka berzikir kepadaKu, dan memohon
kepadaKu, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang
telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaannya Kalam
Allah daripada seluruh kalam selainNya, seperti keutamaan Allah atas
makhlukNya” (HR. at Tirmidzi)

“Tidaklah
suatu kaum berkumpul disalah satu ‘rumah’ (masjid) Allah, mereka membaca al
Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada
mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka
dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada disisiNya” (HR. Muslim)

“Hendaklah
kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan al Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu
Mas’ud)

Sungguh, masih
banyak lagi dalil yang menerangkan bahwa berbagai penyakit bisa disembuhkan
dengan membaca atau dibacakan ayat-ayat al Qur’an.

Syaikh Ibrahim
bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al Muta’alim (sebuah kitab yang mengupas tata
krama mencari ilmu) menyatakan, “Terdapat beberapa hal yang menyebabkan
seseorang kuat ingatan dan hafalannya. Diantaranya, menyedikitkan makan,
membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam, dan membaca al Qur’an sambil
melihat kepada mushaf.”
Selanjutnya, ia berkata, “Tak ada lagi bacaan
yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada
seseorang kecuali membaca al Qur’an.”

Malik Badri
melaporkan hasil penelitian Al Qadi di Florida, Amerika
Serikat. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan
bacaan al Qur’an, seorang muslim, baik mereka yang berbahas Arab mauppun yang
bukan, mampu merasakan perubahan fisiologis yang besar, seperti penurunan
depresi, kesedihan, bahkan dapat memperoleh ketenangan dan menolak berbagai
macam penyakit. Penemuan Al Qadi ini diperoleh dengan bantuan peralatan
elektronik mutakhir untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot, dan
ketahanan kuit terhadap aliran listrik. Penemuan ini menunjukkan bahwa bacaan
al Qur’an berpengaruh besar (hingga 97%) dalam memberikan ketenangan dan
penyembuhan penyakit.

Kesimpulan
hasil uji coba tersebut diperkuat oleh penelitian Muhammad Salim yang
dipublikasikan oleh UniversitasBoston

. Objek penelitiannya
terhadap

lima

orang sukarelawan yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Kelima orang
tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi
tahu bahwa yang akan diperdengarkan adalah al Qur’an.

Penelitian
yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan al
Qur’an secara tartil, dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari al Qur’an.
Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan
bacaan al Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan
bahasa Arab yang bukan dari al Qur’an.

Al Qur’an juga
memberikan pengaruh yang besar jika diperdengarkan kepada bayi, daripada
memperdengarkan dengan musik klasik. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati
dariMalaysia

dalam “Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam” di

Malaysia

pada tahun 1997. Menurut peneltiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya
diperdengarkan ayat-ayat al Qur’an dari tape recorder menunjukkan respon
tersenyum dan menjadi lebih tenang, subhanAllah.

Kenapa bisa
demikian? Ternyata ada keterkaitan yang sangat erat antara meditasi dengan al
Qur’an,seperti dalam sebuah makalah Ustadz Yusri “Meditasi dengan al
Qur’an”.

Selama ini,
praktik meditasi dalam ritual keagamaan seolah-olah hanya ada pada ajaran agama
Budha. Padahal, meditasi juga pernah dilakukan Rasulullaah saw dengan
kepribadian Islam tersendiri, baik ketika beliau sebelum maupun sesudah
diangkat menjadi nabi dan rasul, yang pada saat itu disebut dengan berkhalwat
dan tahannuts.
Beliau melakukan meditasi di Gua Hira, ketika menghadapi masalah
yang menimpa diri dan umatnya.

Fakta bahwa
meditasi bisa mengurangi kecemasan, juga telah diselidiki oleh para sarjana
Barat, seperti pada penyelidikan Zen Meditation, dan kemudian pada
penyelidikan Trancendental Meditation. Tetapi, kajian di Barat juga
telah membuktikan 33% hingga 50% mereka yang melakukan meditasi tanpa teknik
yang betul akan mengalami peningkatan dalam tekanan darah, stres, kemurungan
serta mudah marah. Oleh karena itu, jika benar-benar ingin mendalami meditasi,
pastikan kita dilatih oleh mereka yang benar-benar mahir dan berpengalaman
serta mampu memberi penjelasan untuk setiap keadaan. Atau ikuti langkah kedua:
meditasi ala Islam.

Dalam meditasi
Islam (meditasi dengan al Qur’an), perkara yang harus diperhatikan ialah
bagaimana mereka dapat menemukan makna dan tujuan hidup yang memberikan sense
of direction
, yang ujungnya mampu mengatasi berbagai masalah,serta
meningkatkan produktivitas dan kesehatan.

Lalu, seperti
apa meditasi dengan al Qur’an itu?

Ustadz Yusri
menjelaskan, Kitab ini tentu saja bukanlahsebuah buku sains ataupun buku
kedokteran. Al Qur’an menyebut dirinya sebagai “penyembuh penyakit”,
yang oleh kaum Muslim diartikan bahwa petunjuk yang dikandungnya akan membawa
manusia pada kesehatan spiritual, psikologis, dan fisik.

Kesembuhan
menggunakan al Qur’an dapat dilakukan dengan membaca, berdekatan dengannya, dan
mendengarkannya. Allah swt menjelaskan:

Dan apabila
dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan
tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS. 7:204)

Salah satu
unsur yang dapat dikatakan dikatakan meditasi dalam al Qur’an adalah
autosugesti, dan hukum-hukum bacaan (tajwid, seperti waqof dan yang
lainnya).

Autosugesti
sebagai olah ketenangan, sedang waqof dan hukum bacaan lainnya adalah
olah pernafasan. Jarang seorang Muslim berpikir kenapa setiap kali selesai
tilawah (membaca al Qur’an), tahu-tahu jiwa dan raga menjadi lebih enak. Ya,
karena tajwid, waqof, memang diatur sesuai fitrah manusia. Maka, Maha
Suci Allah, itulah efek yang sesuai dengan sunnatullaah, bisa didapat tanpa
orang memahaminya, karena bersifat tindakan, melalui bacaan atau tindakan.
Bisakah kita melakukan meditasi seperti ini dengan aman, melalui bacaan atau
tindakan selain al Qur’an?

Masih ingat
Musailamah al Kadzab, sosok yang membuat syair tentang gajah dan katak, lalu
dinyatakannya sebagai penanding al Qur’an? Sampai sekarang jika kita
membacanya, bukan hanya lisan, hati pun akan tertawa. Itulah makna tantangan
dari Allah swt.

Bahkan
mereka mengatakan: “Muhammad Telah membuat-buat Al Quran itu”,
Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang
dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup
(memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.
(QS. 11:13)

Karena, al
Qur’an efeknya memang global dan sempurna, selain tata bahasa yang tanpa cela
(indah jika kita memahami bahasa Arab), juga efeknya subhanAllaah….

Indahnya
membaca al Qur’an, “surat cinta” dari Sang Maha pencipta, Allah!

Semoga
bermanfaat untuk diri penulis, dan juga ikhwah fillah yang mengambil kebaikan
darinya, Allaahumma aaamiin.

0 komentar
Andromeda 2

Selasa, 10 Februari 2009

For You, Eternity Zionis

0 komentar
Darahmu, barang setetes pun
tidak pernah halal untuk dikecup
tidak pernah halal untuk dijilat
meski kau sajikan dengan cawan emas
meski kau sajikan dengan dayang- dayang yang kau anggap dari Surga
TIDAK AKAN!

Darahmu terlalu hina, barang sepercik pun
tidak pernah mengalir asma Allah
tidak pernah mengalir doa pemberkahan kepada Nabi Muhammad
bahkan tak kenal makna kognitif tentang agama
hidup ribuan tahun dengan jutaan hektar danau dan lautan
biarpun dicuci, tetap darahmu kontras dengan kata
kemakmuran iman
tidak akan pernah komperehensif
TIDAK AKAN!

Kukatakan kau darah yang bersinonim dengan Abu Jahal
Kukatakan kau darah yang bersinonim dengan Hitler
kemiskinan mata hati menyertaimu
kau adalah budak setan- setan kafir
kau pecinta legendaris bengis nan kejam
Kukatakan doa penuh harap:
"Moga kelak kau kenyang penderitaan."

Minggu, 25 Januari 2009

Puisi Cinta untuk Kang Ridwan

0 komentar
Ah...entah kumulai dari mana
Jika aku menjadi bunga
kuingin kau menjadi kumbangnya
tapi, ah... ini terlalu kuno

Jika aku menjadi perangko
kuingin kau menjadi amplopnya
tapi, ah... ini kata- kata orangtua kita dulu

Wahai Kang Ridwan,
jujur aku sejujur- jujurnya.
Jika aku menjadi rel kereta api
kuingin kau yang menjadi keretanya
tapi, mengapa sekarang aku takut?
Bukankah rel kereta api bakal dijelajahi bermacam kereta
kereta bakal ditumpangi bermacam jenis manusia
dan rel serta kereta hanya bisa menyapa sesaat
bersinggungan dengan nafsu
lalu berpisah begitu saja.
Aku tidak ingin,
kau juga kan?

Wahai Kang Ridwan,
Bisakah kukembali menulis kata yang dapat menusuk makna cinta
sehingga meletus dan menjalar aromanya?

Wahai Kang Ridwan,
jika kelak kumasuk surga
kuingin kau pun masuk surga
dan kita memohon untuk disandingkan sebagai sepasang kekasih
0 komentar

Siluet Senja

0 komentar
Kau adalah siluet senja
di mana aku selalu menunggu dan mencintainya
di mana aku rela menemuinya meski alam membuntuti
Kau adalah siluet- siluet senja
di mana kaki langit telah menjadi jingga kemudian gelap
di mana bulan telah siap memasuki panggung
dan di mana ayunan mata menjadi hangat
Siluet senja, kau, sama...
sama- sama indah
tapi terlalu cepat mati
membuatku tak tahu, harus ke mana kucari jasadmu

myCat

0 komentar

Untuk Mereka

0 komentar
Ranting kecil tak selamanya patah dalam satu ketukan
Ranting kecil mampu bertahan meski didera hujan- panas tiada henti
Ranting kecil juga mampu mengajarkan pada dunia tentang rasa cinta, rasa rindu,
dan rasa berbagi yang senyatanya
Ranting kecil tidak lemah
hanya mata yang memandangnya saja yang lemah
Ranting kecil adalah Khayilla senja di hati
Ranting kecil adalah cahaya dalam kegelapan
Forever...

Rabu, 14 Januari 2009

Untitled

0 komentar
Engkau kenalkanku pada...
arti cinta di ranting yang patah
Engkau kenalkanku pada...
arti rindu di dedaunan yang kering
Engkau jua kenalkanku pada...
arti kasih sayang di balik debu
Tapi...
Engkau tak kenalkanku pada...
arti cinta di ranting yang utuh
Engkau tak kenalkanku pada...
arti rindu di dedaunan yang hijau
Engkau jua tak kenalkanku pada...
arti kasih sayang di balik kesegaran
Engkau...
Engkau...
Dewa yang baik tetapi jahanam!

Sesat Hati

0 komentar
Kelam aku sendiri di balik kegelapan
menangis meraung- raung tanpa ada yang peduli
meskipun telah datang barisan semut yang menghibur
aku...aku tetap menangis
aku tetap tersesat dalam samudera tanpa batas
terlerai dalam semak belukar panjang
terlerai dalam perahu- perahu berpaku tajam...

Ada ataukah Tiada

0 komentar
Kau adalah gerimis di balik mentari
dingin tetapi menyejukkan
Kau adalah gelak tawa di sukma tangisku
utuh tetapi suram
Kau adalah salah satu daun di mana jati akan meranggas
bernafas tetapi sebenarnya mati
dan sekarang...
masa depan,
kutahu...
kau adalah jingga di pagi pertama
punya hati tetapi tak dimanfaatkan
 

asmaraloka Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template