Minggu, 25 Januari 2009

Siluet Senja


Kau adalah siluet senja
di mana aku selalu menunggu dan mencintainya
di mana aku rela menemuinya meski alam membuntuti
Kau adalah siluet- siluet senja
di mana kaki langit telah menjadi jingga kemudian gelap
di mana bulan telah siap memasuki panggung
dan di mana ayunan mata menjadi hangat
Siluet senja, kau, sama...
sama- sama indah
tapi terlalu cepat mati
membuatku tak tahu, harus ke mana kucari jasadmu

0 komentar:

Posting Komentar

 

asmaraloka Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template