Semua berawal dari sini
Semua berakhir di sini
benciku padamu, wahai penjerat aristokrat berawal dari sini
cintaku padamu, wahai Sinyok Mangkunegara juga berakhir di sini
DI SINI!
Dalam gumpalan darah yang tetua kita sebut sebagai hati
Dalam gumpalan darah yang sutradra sebut sebaga pembohong
karena saat itu benci membohongi cinta,
cinta membohongi kasih,
dan kasih membohongi dendam
Semua menutup- ditutupi
bagai aturan yang hilang tercampur dalam adukan telur
tanpa arah, tanpa jalan
berkecamuk serak dalam gempita
Selasa, 17 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar