Ah...entah kumulai dari mana
Jika aku menjadi bunga
kuingin kau menjadi kumbangnya
tapi, ah... ini terlalu kuno
Jika aku menjadi perangko
kuingin kau menjadi amplopnya
tapi, ah... ini kata- kata orangtua kita dulu
Wahai Kang Ridwan,
jujur aku sejujur- jujurnya.
Jika aku menjadi rel kereta api
kuingin kau yang menjadi keretanya
tapi, mengapa sekarang aku takut?
Bukankah rel kereta api bakal dijelajahi bermacam kereta
kereta bakal ditumpangi bermacam jenis manusia
dan rel serta kereta hanya bisa menyapa sesaat
bersinggungan dengan nafsu
lalu berpisah begitu saja.
Aku tidak ingin,
kau juga kan?
Wahai Kang Ridwan,
Bisakah kukembali menulis kata yang dapat menusuk makna cinta
sehingga meletus dan menjalar aromanya?
Wahai Kang Ridwan,
jika kelak kumasuk surga
kuingin kau pun masuk surga
dan kita memohon untuk disandingkan sebagai sepasang kekasih
Minggu, 25 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar