Selasa, 17 Maret 2009

Aloina



Saat kutiba kau terbenah dalam ilusi
terpapah dalam mega- mega cinta
dan kau adalah perawan berkerudung jingga,
gapailah jemariku kemudian rebahkan selendangmu
dalam sangkar nadiku.

Masa silam,
dulu kau dan aku...
meninggalkan pembaringan kenangan
yang tak akan bengkit
meski angin datang menampar
meski badai datang mengamuk
kerana kenangan itu bagai benang tanpa ujung uraian.

Aloina...
bayang- bayangmu kembali merekah
di balik cadar keindahan
tanpa kesombongan, tanpa kemunafikan

Aloina...
sudikah kau asapi semestaku?

0 komentar:

Posting Komentar

 

asmaraloka Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template