aku tak pernah meminta lebih pada Tuhan
karena aku tahu apa yang diberikannya sudah lebih dari cukup,lebih dari usaha yang telah kulakukantapi... seandainya Tuhan memberiku kesempatan
maka, satu yang kupinta aku ingin membahagiakan seseorang, aku ingin membahagiakan seseorang yang sosoknya lebih pahlawan tak dikenal,
lebih dari sekedar pahlawan revolusi,lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa
setiap detik- detik nafas terakhir kudedikasikan untuknyauntuk... MAMA!
Cinta... cinta mengapa kamu begitu cepat datang tapi sulit banget untuk kubuang dari hati? Kok kamu juga buat aku jadi linglung sampai- sampai rela datang ke sekolah jam 5 pagi dan nyaris tenggelam gara- gara liatin wajah sendunya lagi makan naskun sambil ngangkang? Dan mengapa kamu selalu menyusun rindu di hati bak Marthen Kanginan yang selalu kangen nyiptain buku?
Eits... gila benar, ternyata cinta itu benar- benar nggak mandang siapa. Dia nyerobot aja nyuntikin dia punya virus. Tapi tenang aja, selagi kita megang teguh yang namanya iman, Insyaallah kita nggak bakal goyah diserang gitu- gituan. Mikir deh bagi teman- teman sekalian, cinta itu sebenarnya nggak salah. Cinta itu adalah kodrat ( hakiki ) umat manusia. Tapi kita salah gunakan tuh hakiki yah... jadinya seperti zaman sekarang. Hakiki itu terurai menjadi hakeke- keke. Kita seenaknya lebur tuh cinta jadi kenikmatan sesaat lewat apa yang namanya pacaran. Punya otak nggak sih???? Pacaran itu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Example story above it! Pengen contoh lain? Dari kehidupan nyata? Dari survei? OK! Coba pikirkan dan cerna baik- baik! Pernahkah sepanjang kehidupan percintaan yang mendekati zina itu membuat kamu, pecinta pacaran nggak pernah nangis? Jangan bohong! Pasti pernah kan? Untuk apa juga? Yang menjadi pertanyaan yang seharusnya dijawab adalah pernahkah kamu, sekali lagi buat pecinta pacaran, menangis karena Allah? Menangis mengingat segenap anugerah terindah yang diberikan- Nya? Lalu pernahkah kamu menangis mengingat perjuangan Rasulullah, sirahnya? Padahal tanpa perjuangannya beserta para sahabat, kita tak akan mengecap keindahan hidup. Kita bakal kekal dalam kejahilian. Rasulullah berjuang di jalan Allah tanpa memikirkan hidup demi umatnya. Pernahkah kamu melihat kekasih yang kau sebut sejati memperjuangkanmu dari kebatilan? Paling juga lari seperti kebiri yang dijepit berton- ton jarum.
So, wahai saudariku yang berbahagia, jangan lebur tuh cinta jadi salah. Buat ia bermakna. Kalau aku bilang sih berdoa aja bila cinta itu datang. Gini nih (hehehe…):“Ya Allah cintakanlah aku padanya, padanya hamba- Mu yang senantiasa tawaddu dan berserah diri pada- Mu, selalu khusyuk pada- Mu, selalu mengingat- Mu di kala temaram hatinya terang dan kelabu. Ya Allah… takdirkanlah aku pada umat- Mu yang Engkau sayangi agar Engkau dapat mencintaiku pula, takdirkanlah aku pada umat- Mu yang selalu menggemakan qalam- Mu. Ya Allah… jaga cinta hakiki ini hingga nafas terakhirku. Sesungguhnya cinta sempurna hanyalah kepada diri- Mu.
Saat kutiba kau terbenah dalam ilusiterpapah dalam mega- mega cintadan kau adalah perawan berkerudung jingga,gapailah jemariku kemudian rebahkan selendangmu dalam sangkar nadiku.Masa silam,dulu kau dan aku...meninggalkan pembaringan kenanganyang tak akan bengkitmeski angin datang menamparmeski badai datang mengamukkerana kenangan itu bagai benang tanpa ujung uraian.Aloina...bayang- bayangmu kembali merekahdi balik cadar keindahantanpa kesombongan, tanpa kemunafikanAloina...sudikah kau asapi semestaku?
Semua berawal dari siniSemua berakhir di sinibenciku padamu, wahai penjerat aristokrat berawal dari sinicintaku padamu, wahai Sinyok Mangkunegara juga berakhir di siniDI SINI!Dalam gumpalan darah yang tetua kita sebut sebagai hatiDalam gumpalan darah yang sutradra sebut sebaga pembohongkarena saat itu benci membohongi cinta,cinta membohongi kasih,dan kasih membohongi dendamSemua menutup- ditutupibagai aturan yang hilang tercampur dalam adukan telurtanpa arah, tanpa jalanberkecamuk serak dalam gempita
Kita pecinta,punya seribu keinginan menjadi pecinta sejatitapi ada Pencipta yang punya jutaan kehendak.Kita pecinta,punya jutaan hasrat menjadi pecinta abaditapi ada Penciptayang punya milyaran Kun- Fayakun.Kita pecinta,tapi tak bisa bersatu.Kita pecinta,tapi tak bisa terkabul.Kita pecinta, datang bertatap muka tapi berpisah punggung pun tak terlihatKita pecinta dalam gempita gulitaKita pecinta dalam angan- angan saja...