Minggu, 25 Januari 2009

Puisi Cinta untuk Kang Ridwan

0 komentar
Ah...entah kumulai dari mana
Jika aku menjadi bunga
kuingin kau menjadi kumbangnya
tapi, ah... ini terlalu kuno

Jika aku menjadi perangko
kuingin kau menjadi amplopnya
tapi, ah... ini kata- kata orangtua kita dulu

Wahai Kang Ridwan,
jujur aku sejujur- jujurnya.
Jika aku menjadi rel kereta api
kuingin kau yang menjadi keretanya
tapi, mengapa sekarang aku takut?
Bukankah rel kereta api bakal dijelajahi bermacam kereta
kereta bakal ditumpangi bermacam jenis manusia
dan rel serta kereta hanya bisa menyapa sesaat
bersinggungan dengan nafsu
lalu berpisah begitu saja.
Aku tidak ingin,
kau juga kan?

Wahai Kang Ridwan,
Bisakah kukembali menulis kata yang dapat menusuk makna cinta
sehingga meletus dan menjalar aromanya?

Wahai Kang Ridwan,
jika kelak kumasuk surga
kuingin kau pun masuk surga
dan kita memohon untuk disandingkan sebagai sepasang kekasih
0 komentar

Siluet Senja

0 komentar
Kau adalah siluet senja
di mana aku selalu menunggu dan mencintainya
di mana aku rela menemuinya meski alam membuntuti
Kau adalah siluet- siluet senja
di mana kaki langit telah menjadi jingga kemudian gelap
di mana bulan telah siap memasuki panggung
dan di mana ayunan mata menjadi hangat
Siluet senja, kau, sama...
sama- sama indah
tapi terlalu cepat mati
membuatku tak tahu, harus ke mana kucari jasadmu

myCat

0 komentar

Untuk Mereka

0 komentar
Ranting kecil tak selamanya patah dalam satu ketukan
Ranting kecil mampu bertahan meski didera hujan- panas tiada henti
Ranting kecil juga mampu mengajarkan pada dunia tentang rasa cinta, rasa rindu,
dan rasa berbagi yang senyatanya
Ranting kecil tidak lemah
hanya mata yang memandangnya saja yang lemah
Ranting kecil adalah Khayilla senja di hati
Ranting kecil adalah cahaya dalam kegelapan
Forever...

Rabu, 14 Januari 2009

Untitled

0 komentar
Engkau kenalkanku pada...
arti cinta di ranting yang patah
Engkau kenalkanku pada...
arti rindu di dedaunan yang kering
Engkau jua kenalkanku pada...
arti kasih sayang di balik debu
Tapi...
Engkau tak kenalkanku pada...
arti cinta di ranting yang utuh
Engkau tak kenalkanku pada...
arti rindu di dedaunan yang hijau
Engkau jua tak kenalkanku pada...
arti kasih sayang di balik kesegaran
Engkau...
Engkau...
Dewa yang baik tetapi jahanam!

Sesat Hati

0 komentar
Kelam aku sendiri di balik kegelapan
menangis meraung- raung tanpa ada yang peduli
meskipun telah datang barisan semut yang menghibur
aku...aku tetap menangis
aku tetap tersesat dalam samudera tanpa batas
terlerai dalam semak belukar panjang
terlerai dalam perahu- perahu berpaku tajam...

Ada ataukah Tiada

0 komentar
Kau adalah gerimis di balik mentari
dingin tetapi menyejukkan
Kau adalah gelak tawa di sukma tangisku
utuh tetapi suram
Kau adalah salah satu daun di mana jati akan meranggas
bernafas tetapi sebenarnya mati
dan sekarang...
masa depan,
kutahu...
kau adalah jingga di pagi pertama
punya hati tetapi tak dimanfaatkan
 

asmaraloka Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template